Kisah Dino (Cerbung)
Part 3
Tepat sehari setelah mendengar penjelasan perkara perkelahaian Doni dan Ilham dari versi Doni, kali ini giliran Ilham yang dipanggil bu Elly untuk menghadap diruangannya.
Bu Elly yang tidak hanya ingin mendengar cerita dari Doni saja, lantas pada hari berikutnya memanggil ilham.
"Permisi assalamualaikum, Bu" ucap salam ilham sambil membuka pintu ruangan guru.
"Walaikumsalam, sini nak duduk kemari" saut bu Elly sambil berdiri mengarahkan ilham untuk duduk dikursi tepat didepannya.
Saat itu bu Elly tidak langsung bertanya perkara Ilham dan Dino, melainkan bu Elly bertanya bagaimana keadaan ia sekarang.
"Sudah bagaimana nak keadaan pelipis mu?"
"Masih nyeri bu"
"Kapan kamu akan control kembali dan dan apakah jahitannya dibuka nanti?"
"Rabu depan, kata dokter hanya control tidak perlu buka jahitan bu"
"Oh seperti itu, syukurlah. Ngomong-ngomong orangtua mu apakah masih marah dengan keadaan kamu" bu Elly berusaha masuk untuk menanyakan permasalahan antara Ilham dan Dino
"Hm... iya begitulah bu"
"Sekarang Ibu boleh bertanya tidak sama Ilham, kenapa pelipis ilham bisa dijahit seperti itu?"
"Ini... ini Dino bu. Kami berantem dibelakang sekolah sabtu kemarin"
"Loh, memang kenapa ko bisa kalian berantem nak?"
"Itu bu..." Ilham diam takut
"Iya kenapa nak, tidak apa-apa kok cerita saja ke Ibu jadi Ibu bisa mengambil sikap kekalian, ibu Ilham juga datang marah-marah, sedangkan ibu belum tahu duduk permasalahan kalian, coba kali ini Ilham jujur bicara ke Ibu, kenapa kalian bisa berkelahi"
"Iya bu, maaf bu...Ilham minta maaf bu, iya Ilham yang salah" Ilham tiba-tiba menahan tangis mengeluarkan suara sedikit berat tanpa mau menatap bu Elly.
Bu Elly mencoba menggenggam tangan Ilham dan mencoba menenangkan Ilham berharap dia mau berkata jujur permasalahannya.
"Nak...ibu tidak tahu harus seperti apa, Ibu berharap Ilham bisa bercerita ke Ibu agar ibu bisa memberi arahan ke kalian"
"Hm eeh hm.. iya bu, sebenarnya Ilham memang awalnya nyari gara-gara dengan Dino, sebab dia yang tak mau bergaul sama kami, dia juga selalu membuang muka setiap kami berpaspasan. Dino juga sempat membuang buku tugas Ilham yang saat itu dibagikan setelah pengumpulan tugas. Jadi Ilham sakit hati bu"
"Apakah kamu sudah bertanya ke Dino, apakah dia sengaja melakukan itu atau dia tidak lihat" bu Elly berusaha mencairkan suasana, sebab memang Dino terkenal dengan sifatnya yang tak acuh terhadap orang lain, terhadap gurunya sendiripun seperti itu.
"Tidak bu, dia memang sengaja rasa Ilham soalnya saat itu bukunya sengaja dijatuhkan didepan matanya tapi dia tidak mengambilnya"
"Jadi dari sebab itu kamu jadi kurang suka terhadap Dino, lantas apakah benar kamu suka membuli Dino dengan sebutan anak haram yang menyusahkan neneknya?"
"Mmm...iya awalnya Ilham gak berniat bu, sebab berbicara saja dengan Ilham tidak pernah merespon, akhirnya Ilham coba-coba buat Dino emosi bu"
"YaAllah nak, dari mana kamu belajar hal seperti itu, lalu apakah benar kamu juga suka meludahi tas dan sepatu Dino?"
"Mmm...ibu kata siapa bu?!"
Bersambung...
Siapa tuh yg mengajari ilham begitu??? Siapa yg memberi tahu bu elly??? Wah kok seru ya. Bagaimana lanjutannya?
BalasHapusJadi penasaran sikapnya Dino kenapa bisa rebel kek gituu. Semoga Bu Elly bisa mengatasi permasalahan abg ini dengan baik dan bijaksana. Btw aku pinisirin banget sama lanjutannya. Semangaat buat cerbungnya Kak Anita :))
BalasHapusSeruuu amatt cerbung ini. Lanjut nggak, kak? Aku tunggu. Penasaran soalnya!
BalasHapus