Saya adalah seorang istri yang belum dikaruniai anak. Kesibukkan saya sehari-hari membantu suami saya berdagang kuliner khas Wonogiri, yaitu mie ayam.
Walaupun saya lulusan S1, saya tidak malu bisa harus dibanding-bandingkan tidak bekerja dan hanya seorang pedagang, sebab menurut saya selagi saya masih bisa mengabdi dan suami saya mencukupi kebutuhan saya, tidak perlu saya memusingkkan omongan orang.
Saya mau bertanya, biasanya apa yang ibu-ibu lakukan dirumah saat lagi gabut setelah seharian sibuk dengan kegiatan diluar rumah bagi ibu-ibu pekerja maupun pedagang seperti saya?.
Saya terkadang jenuh kalau hanya menscrol-scrol media sosial saya. Kadang tangan dan mata kalau sudah tertuju pada HP semua pekerjaan jadi terbengkalai, bukannya berkurang justru malah bertambah.
Jadi ingin cerita. Kalau ibu-ibu lagi gabut apakah ada yang seperti saya ya?!. Dimana rasanya seperti kesetanan mau menyibukkan diri sendiri dengan menuntuskan pekerjaan rumah. Dan anehnya saya type yang mau bergerak dimalam hari, sebab kegiatan pagi hari sampai habis magrib, saya habiskan waktu menemani suami saya mencari nafkah di kios.
Singkat cerita, pulang dagang sekitar pukul 08.00 saya lihat-lihat puncak gunungan pakaian kotor sudah semakin tinggi, banyak rambut rontok berserakan yang entah dari mana, karena keadaan pagi selalu saya bersihkan sebelum berangkat dagang. Saya yang mulai risih dan kebetulan bingung tidak ada kegiatan lagi. Jiwa kerajinan saya tiba-tiba menggebu. Saya letakkan tas saya ke kamar dan saya berganti pakaian. Saya angkat gunungan kain tadi lantai 3 tempat mencuci dan menjemur, saya nyalakan mesin cuci saya taruh kain-kain sekiranya, lalu saya tuangkan ditergen pewangi kedalam mesin cuci dan saya tinggal lagi kebawah mengambil sapu. Saya sapu dari arah lantai 3 ke arah ruangan lantai satu dan dua, saya keruk sampah tersebut. Lanjut saya ambil pelan dan mengepel setiap lantai, sembari menunggu cucian saya bersihkan semua sudut ruangan. Dengan semangat yang menggebu suami saya yang sudah tidak heran hanya memberi senyuman dipojokkan ia cenderung diam kalau saya sedang beberes rumah. Karena kalau ia mengeluarkan kata biasanya saya malah maunya menyuruh-nyuruh untuk minta dibantuin dan ujungnya saya sedikit ngomel karena pasti ada aja pegangannya yang bikin saya bekerja dua kali. Hehehe
Setelah saya mengepel gilingan cucian saya yang pertama selesai, saya lanjutkan gilingan kedua dan itu yang terakhir
Sembari menggiling saya menjemur pakaian" yang sudah selesai digiling tadi. Lalu setelah itu saya bersihkan lantai 3. Lantai yang sangat jarang saya pijak karena hanya sekedar mencuci dan menjemur . Bisa dua sampai tiga hari saya baru ke lantai 3.
Setelah gilingan cucian kedua selesai, saya pun langsung menjemurnya. Tak terasa pekerjaan demi pekerjaan selesai saya kerjakan. Memang niat itu harus dibarengi dengan tindakan dan lebih utama jangan biarkan tangan menyentuh HP, sebab kalau sudah menyentuh ada saja hal yang mampu mengalihkan pekerjaan yang mau kita kerjakan.
Sekian cerita saya ini, semoga setiap kegabutan kita yang sudah berumah tangga bisa menjadi hal positif. Terima kasih
Komentar
Posting Komentar