Langsung ke konten utama

Suka Jelalatan

Dari Judulnya jadi ambigu. Maksud jelalatannya menuju ke hal positif atau negatif ya?. Waah tenang dulu sobat online, maksud judul disini ialah saya mau bercerita kalau hari ini saya menemani suami cukur rambut. Terus pasti banyak yang bertanya-tanya hubungannya apa sama jelalatan?. Nah itu dia, coba baca tulisannya sampai akhir ya, kira-kira kebanyakan ibu-ibi sama seperti saya tidak ya, hehehe.

Jadi begini ceritanya, ini sudah menjadi suatu wacana lebih dari sebulan yang lalu saya menjanjikkan untuk pergi ke barbershop untuk merapohkan rambut suami, akhirnya malam ini saya yang sedari pulang berdagang berdua suami masih dalam perjalanan memustuskan untuk pergi ke barbershop langganan suami dari zaman awap menikah. Melihat waktu tidak terlalu malam bila mengantre, sesampainya ke tempat di lihat dari kejauhan sudah ada 2 motor yang memarkir didepan barbershop tersebut. Kami berhenti sejenak untuk menanyakan sekitar berapa antrian lagi, sebab kalau masih banyak ingin mengundurkan diri saja untuk besok-besok saja merapihkan rambutnya. Tapi ternyata katanya hanya ada satu orang yang sedang ditanganinya dan itu juga nampaknya akan selesai.

Lalu kami mengantri dan tak lama giliran suami untuk duduki kursi panas, hehehe kursi eksekusi selanjutnya, adapun percakapan mereka berdua terjadi dimana menanyakan bentuk potongan dan lain hal tentang perambutan, sepanjang kepala suami disentuh abang-abangnya mata suami dalam sekejap tertutup. Saya yang dari belakang memerhatikannya nampak nikmat hehehe tapi sayangnya diriku ataupun kebanyakan perempuan setelah menikah cukup lama akan pergi kesalon bisa jangkauan 6 sampai setahun baru kami kesalon, hehehe.

Adapun menyinggung kembali arti jelalatan pada judul tulisan ini memang mau memberitahu, apakah inj suatu kelainan atau.memang kebanyakan perempuan seperti ini ya?!.
Baik suami ataupun saya sendiri kalau ke suatu tempat selalu memerhatikan sekitar, apalagi ini mengenai produk-produk yang akan diterima oleh diri kita. Misalnya, saya mau reflexi pijat. Saya suka memerhatikan baik alat maupun prodak yang dipakai. Saya berusaha lebih teliti pada bau-bau hal yang menurut saya nyaman dan enak, dan itu pasti saya perhatikan dengan detil bahkan sampai saya tanya-tanya sama terapisnya produk apa yang dipakai ini, segitunya kalau dapet yang nyaman memang. Begitu juga jika saya ketempat salon atau barbershop mata saya suka jelalatan memerhatikan sekitar, biasanyaa ditempat ini lebih banyak menyita fokus, sebab banyak prodak yang dipakai bikin penasaran.
Karena lebih sering suami untuk merapihkan rambut, saya suka bertanya tentang produk yang digunakan. Tapi anehnya selalu produknya tidak dijual untuk custamer, saya pun kadang pernah mencari di toko online dan itu kaya mahal banget dan jarang yang menjualnya.

Lalu selain elalatan melihat alat dan prodak yang digunakan, paling utama adalah memerhatikan sipekerjanya ya. Kadang kita mau dipegang sama tangan yang pas, dan kadang juga kalau sudah dipegang maunya rilex gak malah serbu beribu pertanyaan sama sipekerjanya ya.

Sekian cerita malam ini, kadang insting perempuan itu lebih baik dari lelaki apalagi perkara prodak. Jadi kalau kata perempuan itu bagus, kayanya 80 persen pasti bagus. Jadi akui itu ya ☺️.

Komentar