Husnudzon
Kata husnudzon mungkin sudah tidak asing lagi di dengar oleh kita semua, terutama bagi masyarakat yang menganut agama Islam. Dalam kehidupan sehari-hari, Kita sering mendengar maupun mengucapkan kata-kata tersebut. Adapun kata husnudzon berasal dari bahasa Arab, namun kini telah diserap ke dalam bahasa Indonesia, dengan arti prasangka baik. Yang namanya prasangka kita sebagai makhluk hidup terkadang suka terbesit dalam hati dan pikiran pada suatu hal. Contohnya. Saya pernah suatu ketika melamar pekerjaan di perusahaan makanan. Saya sudah sangat semangat dan yakin akan diterima. Pada tahap kedua ternyata saya gagal. Kemudian ada info loker perusahaan makanan lagi, ternyata tahap kedua gagal lagi, dan ketiga kali nya loker perusahaan makanan juga saya ikuti berbagai tes dan pengalaman dari tes sebelumnya. Ternyata saya masih juga gagal. Disitu saya berusaha berpikir positif dan husnudzon pada Allah, karena disuatu tempat kajian saya pernah mendengar dan mendapat ilmu. Kita harus berprasangka baik terhadap Allah, ketetapan-Nya itu sudah pasti yang terbaik buat kita. Sebab yang menurut saya baik belum tentu baik bagi Allah, tetapi menurut Allah baik sudah pasti baik untuk saya.
Tetap semangat dan husnudzon pada ketetapan Allah. Tidak begitu lama ada perusahaan elektronik yang membuka loker. Dengan semangat dan pengalaman yang sama, Saya ikuti setiap proses seleksi tesnya. Alhamdulillah berkat ridho Allah dan orangtua, saya dinyatakan lulus dan bekerja diperusahaan tersebut. Balik lagi pikiran seakan dibolak balik. YaAllah dengan mudahnya setiap proses ini saya lewati tanpa kegagalan mengapa pada yang sebelumnya saya harus gagal sampai tiga kali. Ternyata jawaban Allah itu memang yang terbaik.
Saya tarik dan menyimpulkan dari kisah saya sendiri. Pertama saya memang dari kecil sangat sensitif dengan kulit saya. Alhamdulillah saya tidak lolos diproduksi makanan sebab apa jadinya saya ketika bekerja harus menahan gatal ditubuh sebab ruangan produksi makanan yang sudah pasti panas dan banyak dipenuhi bahan-bahan produksi makanan. Dan yang terakhir yang saya sangat bersyukur. Diperusahaan makanan tersebut sistem kontrak hanya satu tahun. Alhamdulillah di perusahaan elektronik yang dulu menerima Saya. Saya bisa bekerja tiga Tahun lamanya. Dari situ saya bisa membiayai diri saya kuliah sampai lulus, bisa menambah biaya kuliah adik saya, bisa untuk menabung kehidupan dan persiapan menikah saya. Alhamdulillah baiknya berbaik sangka terhadap ketetapan Allah.
Semoga dari kisah dan sempitnya pengetahuan saya. Bisa menambah semangat dan pikiran positif kita terhadap sesuatu.
Sumber gambar:
https://images.app.goo.gl/mZULEAZL11tUGtW2A
Komentar
Posting Komentar