Langsung ke konten utama

Gak semua harus jadi baik

 Part 1

Guguh sianak tengah. Hari ini ia akan melaksanakan kelulusan siswa kelas 9 Sekolah Menengah Pertama. Pada umumnya anak-anak akan berkumpul bersorak gembira merayakan kelulusan tapi, tidak dengan guguh ia tampak tidak bersemangat dan cenderung melamun. Hampir semua temannya didampingi orangtua dan keluarganya terlihat guguh hanya didampingi oleh kakak pertamanya.

Ternyata sebenarnya guguh sangat ingin hari ini didampingi oleh orangtuanya, tetapi kenyataannya kedua orangtuanya justru malah bertengkar semalaman perihal acara anaknya ini.

Percakapan semalam...

Ibunya nyeletuk ke ayahnya guguh"Mas aku lupa, ada acara kelulusan besok disekolah si guguh".

Ayahnya langsung menjawab ketus "apa.. aah aku tidak bisa lah. Besok aku meeting"

ibunya pun membalas sautan ayahnya "aku juga gak bisa, karena aku harus menggantikan rekan ku yang cuti. Aku sudah jauh-jauh hari ditunjuk  untuk ganti shift dan akupun lupa guguh udah kasih tau aku dari 2 minggu lalu sebelum aku tukar shift"

Ayahnya guguh tampak kesal dan menyindir ibunya "kamu gimana si jadi ibu, kalau kamu gak mampu ngurus anak. Ya berhenti kerja aja. Masalah kaya gini aja aku ikut-ikutan"

Ibunya yang tampak lelah dan kesal menjawab "kamu gak usah sok ngatur, kamu kerja siang malam pun tetap gak menutupi kebutuhan kita, bukan bersyukur aku mau membantu malah disuruh berhenti. Mau makan apa kita nanti ha?"

Keadaan mulai memanas tanpa disadari orangtuanya ternyata guguh tengah menguping pembicaraan mereka.

Mendengar sautan ibunya, ayahnya pun mulai geram, sebab kepala rumah tangga mana yang mau direndahkan. "Jangan bawa-bawa penghasilan saya, sudah tau tidak terpenuhi kebutuhan, kamu juga jadi wanita gak pinter pake KB bisa kebobolan terus, mikir kalau ngomong"

"Alah udahlah laki-laki dimana sama aja, gak mau disalahkan malah menyalahkan, biar siguguh dianggap anak yatimpiatu" sautan terkahir ibunya sebelum membanting pintu keras-keras

Percakapan tersebut pun berhenti seketika suasana yang tadinya panas menjadi hening, dibenak guguh pun pupus untuk bisa didampingi orangtuanya pada saat kelulusan.

Waktu sudah memasuki pukul 09.12 wib

"Acara akan segera dimulai, ayo semua mulai menempati kursi masing-masing ya" ucap ketua kelasnya pada saat mengatur acara kelulusan tersebut.

Teman-temannya sudah mulai memenuhi kursi undangan dan begitu juga dengan kaka perempuan guguh, tapi kakanya tidak menyadari bahwa adiknya tidak kunjung datang dan duduk disebelahnya. Acara mulai berlangsung dari sambutan-sambutan ketua yayasan dan kepala sekolah serta tari-tarian indah yang dipersembahkan dari adik-adik kelasnya.

Memasuki puncak acara pelepasan kelulusan kaka guguh baru menyadari adiknya tidak kunjung terlihat olehnya dan berusaha mencari bertanya pada teman-teman sekelas guguh yang berada disebelahnya, 

Hari itu ada 7 kelas dengan total 175 siswa yang dinyatakan lulus. Satu persatu sudah dipanggil menuju panggung untuk diberikan mendali penghargaan kelulusan. sekarang giliran kelas guguh untuk dipanggil ke panggung.

Kakanya semakin panik mencari guguh, yang entah dimana keberadaannya tidak ada yang mengetahui.

"udah ditelephone kak?" Celetuk rara teman sekelasnya.

"Aah, gimana ya. udah ku telephone berkali-kali, tapi gak aktif nomernya"jawaban panik kakanya

Sebelum nama guguh dipanggil, kakanya menginfokan kepada panitia untuk melewatkan nama guguh sebab gak terlihat dari pertengahan acara...

Acara pun tetap berlangsung hikmat. tetapi selepas acara kaka perempuan, guru walikelas serta teman-temannya sibuk mencari keberadaan guguh yang entah dimana.

"Guuuh...guuuh...guguh lu dimana" teriakan serentak oleh teman-teman sekelasnya. Pencarian berlangsung kurang lebih satu jam lamanya.

Tiba-tiba terdengar teriakan sangat kencang dari salah seorang teman yang juga ikut mencarinya.

"Bu... ibuuuu ibuuuu.... itu buuu... itu gu... itu guguuuh buu..." 


Bersambung... 🫠

Komentar

Posting Komentar