Masih lanjut menulis, dan masih semangat membaca tulisan-tulisan saya bukan?. Tulisan saya kali ini bukan sekedar hanya menakut-nakuti pembaca saja ya. Tapi saya menulis ini memang benar-benar ingin membagikan pengalaman dari diri saya sendiri. Apabila dari sebagian pembaca pernah merasakan hal yang serupa maupun merasakan hal lain yang berbau dan berhubungan dengan misteri bisa banget tuangkan dan sambut cerita kalian didalam kolom komentar ya.
Kali ini saya masih melanjutkan cerita saya dibeberapa part sebelumnya yang kemungkinan dalam part ini pun belum juga selesai, sebab memang kejadiannya panjang dan lumayan lama ya.
Diantara banyak orang pengusaha mungkin kisah saya ini belum seberapa parah dari yang mereka alami. Mungkin sebagian pembaca pernah juga mendengar persaingan dunia usaha itu lebih kejam dari merantau di Ibu Kota. Iya saya juga sebagai saksi hal tersebut pada keluarga suami. Tapi kali ini saya hanya membagikan cerita tentang hal-hal yang saya alami dan rasakan sendiri.
Setelah kejadian munculnya ular dan binatang yang menyerupai anak ular yang tak tau datangnya dari mana itu. Saya kira permasalahan sudah selesai. Saya dan suami pun tidak mengganggap hal tersebut berhubungan dengan hal-hal ghoib. Tapi ternyata memang ada hubungannya. Kali ini diri saya yang diserang. Alhamdulillah fisik saya memang lumayan terbilang jarang sakit dan tidak terlalu suka menarik pikiran ke hal-hal negatif. Tapi ternyata gangguan yang saya alami justru mengganggu waktu tidur saya. Sesekali saya merasa rep-repan. Yang biasa orang awam tau itu seperti kita sedang tidur dan sudah dibawah alam sadar, tetapi kita terbangun tapi setengah sadar. Saat itu saya merasa ditiban hal berat, seakan dunia mau kiamat. Pendengaran saya sangat berisik, dada saya sesak, pandangan saya kabur dan yang tersisa hanya bayangan-bayangan hitam. Saya tidak mampu berteriak, mengeluarkan satu patah kata pun saya tidak sanggup mengucapkannya.
Pada saat itu saya hanya mampu bertasbih dalam hati mengucap istigfar, dan berusaha tenang sambil membaca surat al-fatihah. Tak lama berangsur-angsur perasaan rep-repan saya hilang dan yang tersisa hanya perasaan lelah dan gelisah, sebab mau kembali tidur pun jadi takut terulang kembali. Setelah itu saya berusaha membangunkan suami, suami yang kaget ketika terbangun yang sudah melihat saya sangat lemas. Suami saya tanpa bertanya-tanya langsung sigap mengambilkan segelas air untuk saya minum.
Kejadian itu berlangsung selang 2 hari ataupun 3 hari sekali setiap saya ingin tidur. Tapi ternyata ada yang lebih parah dari itu. Saya malah justru tak bisa tidur dengan keadaan gelap gulita lagi pas kejadian itu justru setiap hari setiap saya akan bersiap tidur dan suami mematikkan lampu kamar kami. Saya justru tiba-tiba ditampakkan muka lelaki hancur dan bercucuran darah, keadaan itu benar-benar saya rasakan seperti nyata. Saya selalu bilang ke suami tapi tidak dalam keadaan panik padahal dalam hati saya sudah dipenuhi kekhawatiran, tetapi saya berusaha tenang cerita tidak semua perasaan saya tunjukkan ke suami, sebab saya takut dia malah kepikiran dan mengundang pikiran jelek tersebut malah menjadi hal buruk buat kami. Sebisa mungkin saya bercerita dengan tenang dan kami juga berusaha mencari jalan solusi terbaik untuk permasalahan kami.
Ceritanya makin seru bukan?. Yuk baca ceritanya diblog selanjutnya. Tetap setia ya baca setiap partnya ya.
Sumber gambar:
https://images.app.goo.gl/mNMJaLSRm94YMh8D6
Ya Ampun, Kak. Makin ngeri, ya, sampai bisa kayak gitu :')
BalasHapusKak kenapa ada gambar ularnya siiih 🤠geli banget rasanya liat ular.
BalasHapusTapi, tetep berpikir positif kak, walaupun pikiran yanng kurabg bagus ada dikit
Kak ini kisah beneran atau fiksi?? Kalo beneran ngeri sekali sih...
BalasHapusNgeri banget kak TT_TT Hayuk kak lanjut part selanjutnya, gasabar tapi sambil ngeri
BalasHapus